Langkah yang Benar Dalam Mengembangkan Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus

Membesarkan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bisa menjadi pekerjaan yang rumit. Parents pasti ingin dukungan dan layanan terbaik untuk memaksimalkan potensi anak sekaligus melindungi mereka agar tidak terluka dan mungkin menjadi terlalu protektif dalam upaya membantu tumbuh kembang anak agar optimal.

Penting untuk membangun kepercayaan diri dan kemandirian anak sehingga mereka menyadari betapa banyak yang mereka dapat lakukan sendiri. Kebutuhan khusus bukan hal yang dapat menghalangi mereka melakukan sesuatu.

Hubungan komunikatif yang kuat antara parents dan anak yang terjalin dengan baik juga dapat mendorong kemandirian anak. Sebelum mempelajari lebih dalam bagaimana kemandirian ini dapat ditimbulkan dan dibangun, penting untuk mengakui manfaat positif yang dapat diperoleh dari kemandirian dalam kehidupan anak berkebutuhan khusus.

Anak berkebutuhan khusus yang identik dengan individu neurotipikal, perasaan pencapaian dan kepuasan Ketika tugas atau rutinitas dapat mereka selesaikan untuk pertama kalinya akan membuat anak merasa bahagia. Perasaan bahaia inilah yang sangat penting bagi perkembangan pribadi dan pendidikan mereka. Berikut adalah beberapa tips yang akan membantu proses kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus:

1.Support

Ketika melibatkan individu yang mengalami keterbatasan, banyak dari kita secara naluri berusaha untuk mengendalikan situasi karena berinat untuk membantu. Sedangkan untuk mendapat kemandirian berasal dari persetujuan, kenyamanan dan dorongan untuk mencoba hal itu dengan sendiri atau dengan dukungan terbatas.
Cara yang lebih mudah untuk memahami hal ini adalah dengan menerima bahwa anak tidak dapat belajar dan berkembang ketika suatu tindakan dilakukan secara konsisten untuk mereka, melainkan lingkungan terdekatnya harus mendorong dan mendukung mereka untuk mencoba aktivitas itu sendiri.

2.Berikan tantangan

Jangan membuat segalanya mudah hanya agar anak berhasil. Bersikaplah strategis dalam memberi mereka tantangan yang dapat mereka raih dengan usaha atau latihan. Dengan ini anak akan merasa bahwa mereka bisa melakukan sesuatu jika fokus dan kerja keras.

3. Gunakan alat bantu yang sesuai

Baik itu perangkat komunikasi, peralatan khusus, tombol ataupun teknologi lainnya, temukan apapun yang cocok untuk anak. Perangkat ini dirancang untuk membantu mereka untuk menjadi lebih mandiri. Pelajari caranya menggunakan teknologi bantu untuk memberi manfaat bagi perkembangan mereka dan membantu mereka lebih terbiasa dengan cara menggunakannya.

4. Menentukan tujuan

Bekerjasama dengan anak untuk menetapkan tujuan yang ingin mereka capai. Cari tahu apa yang mereka gemari dan apa yang ingin mereka gapai. Hal ini akan memberikan lebih banyak motivasi dan insentif untuk anak karena mereka bekerja menuju sesuatu yang mereka anggap bermakna.

5. Berkolaborasi dengan guru dan terapis

Bicarakan tentang cara agar anak memiliki konsistensi dalam membangun keterampilan dan memupuk kemandirian. Memiliki komunikasi yang terbuka memungkinkan parents untuk berbagi strategi menghasilkan pendekatan baru.

Jakarta Multicultural School (JMS) sebagai salah satu international school Jakarta yang sangat berdasar dengan gagasan keadilan sosial dan mendukung prinsip normalitas sekolah inklusi. Yang adalah memungkinkan untuk ABK belajar bersama dengan anak normal lainnya.

Share This Post!

Bergabunglah dengan Pengalaman Kami!

Menjadi bagian dari JMS bukan hanya untuk program belajar yang menyenangkan,
tetapi juga untuk mengembangkan masa depan mereka.

Thank you for your message. It has been sent.
There was an error trying to send your message. Please try again later.