Project Description

Program Diploma

Sekolah Menengah JMS terdiri dari Sekolah Menengah Pertama (Kelas 7 dan 8), Sekolah Menengah Atas tingkat 1 (Kelas 9 dan 10) dan Program Diploma (Kelas 11 dan 12) untuk Sekolah Menengah Atas Lanjutan. Untuk SMP JMS menggunakan Cambridge Secondary Program 1, untuk Sekolah Menengah Atas tingkat 1 menggunakan Cambridge International General Certificate of Secondary Education (IGCSE), sedangkan untuk Program Diploma JMS menggunakan International Baccalaureate (IB) Diploma Programme. Siswa JMS melewati masa transisi yang mulus dari Kelas Dasar, yang menggunakan kurikulum Program Cambridge Primary (Dasar),ke tingkat Sekolah Menengah Pertama.

Sekolah Menengah Atas (kelas 9-12)

Program studi menengah atas (tingkat 1 & lanjutan) JMS merupakan kombinasi dari model kurikulum terbaik Cambridge IGCSE dan Program Diploma International Baccalaureate (IB). Dengan menggunakan dua program ini di sekolah, kami membantu mempersiapkan siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Kami menggunakan pendekatan berbasis inkuiri untuk lebih mempersiapkan siswa kami untuk abad ke-21. Kami bertujuan untuk mempersiapkan mereka untuk semua kemungkinan kehidupan dengan menempatkan penekanan pada akademisi, seni kreatif, teknologi, pengabdian masyarakat, dan dengan fokus pada kebutuhan pribadi mereka.

Pendekatan Holistik

Program sekolah kami memberikan kesempatan bagi siswa untuk unggul dan mengembangkan minat baru, baik yang terkait dengan intelektual, olahraga, kewirausahaan, kreatifitas, atau layanan. Program perkemahan mingguan dan investigasi berbasis lapangan kami, melatih siswa kami menjalankan kepemimpinan dan belajar langsung tentang orang-orang, budaya, dan masalah kemanusiaan dan lingkungan di dunia. Kepemimpinan siswa didorong dan dikembangkan di semua bidang. Kegiatan pembelajaran meliputi pengayaan dan dukungan akademik hingga klub dan inisiatif yang dipimpin siswa.

Pembelajaran di JMS tidak terbatas pada ruang kelas. Siswa kami berpartisipasi dalam berbagai peluang pembelajaran langsung di luar ruangan yang relevan dan menarik termasuk kunjungan lapangan dan investigasi lapangan yang semuanya menerapkan pembelajaran dalam konteks dunia nyata. Program Study Tour kami membawa siswa kami di Kelas 9-12 untuk menjelajah ke negara-negara seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, dan juga di seluruh Indonesia untuk belajar tentang masyarakat dunia, budaya, kemanusiaan, dan masalah lingkungan secara langsung.

Komunikasi dan Penilaian

Komunikasi dan hubungan baik dengan orang tua adalah hal yang penting bagi kami. Kebijakan pintu terbuka kami memastikan orang tua dapat bertemu dengan guru dari anak mereka pada waktu yang sama untuk membahas masalah apa pun yang mungkin mereka miliki.

Guru kami menggunakan penilaian reguler sepanjang tahun ajaran untuk melacak kemajuan setiap siswa. Di JMS, penilaian formatif memantau pembelajaran dan memberikan umpan balik yang berkelanjutan, sementara penilaian sumatif mengevaluasi pembelajaran peserta didik di akhir unit dengan membandingkannya dengan standar atau tolok ukur. Pada kurikulum Cambridge IGCSE dan IB DP, penilaian dilakukan dalam bentuk penilaian internal dan eksternal. Semua penilaian akhir dinilai dan dimoderasi secara eksternal dan menghasilkan sertifikat IB Diploma Program.

Bimbingan Masuk Universitas

Semua siswa JMS dari Kelas 9 hingga 12 didukung oleh tim kepemimpinan dan guru JMS yang berpengalaman. Para Guru mempunyai tujuan untuk membantu setiap siswa mengidentifikasi dan memaksimalkan kemungkinan masuk ke berbagai universitas yang “cocok”. Setiap tahun, kami di JMS memiliki perwakilan dari universitas terkemuka di seluruh dunia termasuk Australia, Eropa, Inggris, Kanada, dan AS yang dating mengunjungi JMS untuk bertemu siswa dan memberikan informasi tentang pendidikan di perguruan tinggu atau universitas.

Kurikulum Cambridge IGCSE

JMS menerapkan kurikulum IGCSE pada tingkat Menengah Atas 1, yaitu kelas 9 sampai dengan kelas 10. Siswa JMS dihadapkan pada peluang penelitian untuk membantu siswa memahami dan mengaplikasikan konten pengetahuan dalam proyek yang mereka minati sambil mempraktikkan keterampilan bekerja dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Siswa belajar untuk mengidentifikasi masalah, mencari hasil temuan/ pemecahan masalah, dan membuat presentasi yang baik dalam format lisan maupun tertulis.

Untuk menekankan dampak proses pada hasil, JMS melibatkan siswa untuk berpartisipasi dalam sesi reflektif yang membimbing siswa belajar mengamati dan mencatat apa yang telah mereka pelajari dari proses dan apa yang telah mereka pelajari dari orang lain, serta bagaimana mereka dapat berkembang melalui proses untuk masa depannya kelak.
Ini adalah langkah penting.

Siswa melakukan evaluasi diri dan peer review untuk mempelajari nilai pendekatan kualitas belajar mengajar. Mereka kemudian menjadi siswa yang mandiri, kritis, nyaman dan mampu melangkah keluar “kotak”’. Dalam pengaturan ini, Siswa JMS tidak hanya cocok untuk standar akademik yang tinggi tetapi mereka juga dilengkapi dengan keterampilan yang dapat ditransfer dan diakui secara luas yang dibutuhkan dalam kehidupan nyata lintas disiplin dan budaya.

IB DP

Materi-materi pembelajaran IB dapat diambil secara individual untuk mendapatkan Sertifikat IB atau sebagai bagian dari Program Diploma (DP) IB. IB secara luas diakui dan sangat dihormati oleh perguruan tinggi dan universitas di seluruh dunia. Siswa yang menyelesaikan Program Diploma IB atau Sertifikat akan mendapat kredit dan dapat melanjutkan mengambil jurusan studi yang lebih beragam di banyak perguruan tinggi dan universitas.

Intisari Program IB DP

Theory of Knowledge

Program pembelajaran ini menyatukan tiga elemen Inti IB yaitu Theory of Knowledge, Extended Essay, dan pada mata pelajaran CAS (Creativity Action Service). “Siapakah saya sebagai seorang yang berpengetahuan? Bagaimana saya tahu hal-hal yang saya yakini benar?” Tujuan dari pelajaran ini adalah untuk membantu siswa mengenali diri mereka sendiri sebagai “yang mengetahui.” Mereka diundang untuk mempertanyakan keabsahan dasar-dasar pengetahuan yang mereka terima di sekolah mereka, sebagai landasan untuk belajar sepanjang hayat dan pengembangan filosofi pribadi. Keterampilan yang ditekankan dalam pembelajaran ini adalah berpikir kritis, diskusi aktif, penulisan analitis dan integrasi pengetahuan.

CAS (Creativity Action Service)

Creativity Action Service (CAS) melatih siswa untuk melakukan pengembangan pribadi dan interpersonal diri mereka melalui pembelajaran dan pengalaman. Program CAS yang bermakna adalah perjalanan menemukan diri dan orang lain. Bagi banyak orang, CAS sangat berarti mendalam dan dapat mengubah hidup seseorang. Setiap siswa memiliki titik awal yang berbeda dan kebutuhan serta tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, program CAS bersifat individual berdasarkan pada minat, keterampilan, nilai, dan latar belakang masing-masing siswa.

Extended Essay

Extended Esai sangat dianggap sebagai alat untuk membantu siswa pada Program Diploma (DP) IB mempelajari keterampilan dan proses berpikir kritis yang terkait dengan pelaksanaan penelitian, sehingga membimbing siswa untuk bergerak lebih nyaman masuk ke dunia pendidikan tinggi dan karier. Hal ini pun diakui sebagai kontribusi terhadap kapasitas seseorang untuk menemukan sendiri jawaban atas pertanyaan dari dalam diri mereka yang selama ini ada, baik untuk hal hal kecil ataupun hal besar sepanjang perjalanan hidup hidup mereka.

COMING SOON

Bergabunglah dengan Pengalaman Kami!

Menjadi bagian dari JMS bukan hanya untuk program belajar yang menyenangkan,
tetapi juga untuk mengembangkan masa depan mereka.

Thank you for your message. It has been sent.
There was an error trying to send your message. Please try again later.