Anak Berkebutuhan Khusus Menghadapi PTM Terbatas di Sekolah

Ada beberapa permasalahan yang terjadi ketika Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam menghadapi sistem pembelajaran dari rumah akibat pandemic Covid – 19 selama lebih dari satu setengah tahun.

Pembelajaran yang dilakukan secara online ini tidak hanya berdampak pada para pelajar, terutama ABK, namun menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua ABK. Orangtua diharuskan untuk mendampingi anak selama pembelajaran dan menangani anak yang seringkali jenuh, bosan, dan seringkali berujung pada tantrum.

Sementara itu, para tenaga pengajar juga harus menemukan solusi kreatif untuk tetap memotivasi para murid ABK untuk dapat berpartisipasi dalam pembelajaran. Tantangan belajar dari rumah bagi ABK antara lain:

  1. Orangtua mempunyai waktu yang terbatas untuk mendampingi anak
  2. Orangtua yang belum memahami cara mengajarkan anak
  3. Anak rentan merasa bosan, menyebabkan tantrum, dan kurangnya motivasi belajar.
  4. Perubahan rutinitas membuat anak lebih mudah stress dan tantrum.

Sekolah Jakarta Multicultural School (JMS) dengan lembaga Psycho Educational Assessment Center of Excellence (PEACE), yang fokus pada asesmen dan layanan intervensi anak melalui terapi, konseling untuk anak, dewasa, dan keluarga.

Pada tanggal 1 Oktober kemarin melalui media sosial, Instagram Live berkolaborasi dengan JMS untuk membahas tentang anak berkebutuhan khusus, PEACE yang di wakili oleh Ms Jennifer E. Khumarga (Board Certified Behaviour Analyst) menjelaskan bahwa butuh waktu satu atau dua bulan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dapat terbiasa untuk kembali kesekolah.

Setelah orangtua membiasakan anak untuk mulai membentuk kebiasaan baru untuk kembali belajar di sekolah, memberikan pemahaman kepada ABK untuk selalu mematuhi protokol kesehatan saat berada di lingkungan sekolah juga menjadi tantangan bagi para orangtua.

“Starting a routine, melepas gadget, practice school routine, karena kita mau make sure kalau anak itu berhasil disekolah.” Ujar Ms Jennifer di IG Live Bersama JMS.

Para pengajar juga disarankan untuk selalu berkomunikasi dengan para orang tua siswa, untuk melihat perubahan yang terjadi pada siswa setelah hampir 2 tahun melakukan pembelajaran dari rumah. Gunakan banyak visual untuk himbauan seperti memakai masker, dan selalu melakukan social distancing, agar lebih mudah untuk dimengerti oleh siswa ABK.

“Selalu komunikasi dengan orang tua, learn more about your students. Karena lama di rumah jadi ada sesuatu yang baru yang guru ngga tau.  Gunakan banyak visual, agar mereka banyak melihat, seperti himbauan untuk memakai masker, social distancing, biar lebih mudah anak untuk mengerti.” Jelas Ms Jennifer.

Juga ada 4 fungsi perilaku yang dapat membantu para pengajar, untuk mempelajari kebiasaan yang dilakukan oleh anak berkebutuhan khusus yaitu Attention (perhatian), Escape (melarikan diri), Sensory dimana anak melakukan sesuatu untuk membuat mereka merasa nyaman seperti pada saat ABK suka bertepuk tangan atau bersenandung (humming), dan Tangible untuk mengetahui kebiasaan baru yang dilakukan oleh ABK, selalu memiliki tujuan.

Perubahan tingkah laku ABK saat pandemi yang menyebabkan anak bosan dan jenuh, sehingga sering mengalami tantrum. Dikutip dari social media PEACE di Instagram, berikut adalah beberapa cara mengatasi ABK yang sering tantrum selama masa pembelajaran:

  1. Cari tahu penyebab tantrum
  2. Membuat jadwal rutinitas yang terstruktur
  3. Menggunakan metode belajar yang menyenangkan (menggunakan permainan edukasi/ story telling)
  4. Hindari memberikan reaksi pada perilaku ekstrim saat anak tantrum
  5. Memberikan aktivitas yang disukai anak sebelum belajar

Untuk selengkapnya tonton ig live jms bersama PEACE, yang membahas Anak Berkebutuhan Khusus dalam menghadapi sekolah dengan Pembelajaran Tatap Muka terbatas, di Instagram @jakartamulticultural.school.

Share This Post!

Bergabunglah dengan Pengalaman Kami!

Menjadi bagian dari JMS bukan hanya untuk program belajar yang menyenangkan,
tetapi juga untuk mengembangkan masa depan mereka.

Thank you for your message. It has been sent.
There was an error trying to send your message. Please try again later.