disleksia pada anak

Disleksia pada anak merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan untuk membaca, menulis, mengeja dan berbicara. Disleksia disebabkan karena terganggunya saraf pada bagian batang otak yang berfungsi untuk memproses bahasa. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Disleksia tidak dapat disembuhkan, sehingga ketika seseorang mengidap disleksia, mereka akan menanggungnya seumur hidup mereka.

 

Selain kondisi genetik, disleksia pada anak juga bisa disebabkan karena bayi yang lahir prematur, bayi yang lahir dari ibu dengan pengaruh obat-obatan, cedera otak dan lainnya. Ketika anak mengalami disleksia banyak orangtua yang tidak menyadarinya. Padahal dengan mengetahui kondisi ini lebih awal, dapat membantu anak untuk memberi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya.

 

Nah, apa saja tanda-tanda disleksia pada anak? Berikut ulasannya:

 

  1. Sulit untuk membaca

Pengidap disleksia pada anak memiliki kecerdasan yang sama dengan anak-anak lainnya, namun pengidap ini biasanya kesulitan untuk membaca. Mereka juga sulit untuk membedakan beberapa huruf seperti w dan m atau b dan p.

 

  1. Sulit berhitung dan mengingat angka

Sama halnya dengan membaca, pengidap disleksia juga kesulitan dalam mengingat angka yang lebih dari satu angka.

 

  1. Kesulitan untuk memilih kosa kata yang tepat saat berbicara.

Pada umumnya penderita disleksia tidak mengalami kesulitan dalam berbicara, namun ia kesulitan dalam memilih kosa kata yang tepat ketika dia menjawab pertanyaan dari orang lain.

 

Baca Juga : Sekolah Internasional Terbaik di Jakarta

 

  1. Sulit mengikuti arah

Penderita disleksia juga mengalami kesulitan untuk membedakan arah. Pengidap disleksia bisanya bingung membedakan kiri atau kanan.

 

  1. Hiperaktif dan sulit berkonsentrasi

Seseorang yang mengidap disleksia biasanya hiperaktif dan sulit berkonsentrasi.

 

Ketika seorang anak mengalami disleksia, orangtua harus cepat tanggap dalam menangani anak. Hal ini dilakukan agar ia tidak merasa depresi dan dapat ditangani oleh profesional. disleksia pada anak memiliki kecerdasan yang sama dengan anak-anak lainnya, hanya saja ia memiliki kesulitan dalam ataupun lambat dalam beberapa hal. Orangtua harus berperan aktif dalam mensupport anak yang mengidap disleksia baik dari belajar, maupun hobi yang disukai oleh anak.

Share This Post!

Bergabunglah dengan Pengalaman Kami!

Menjadi bagian dari JMS bukan hanya untuk program belajar yang menyenangkan,
tetapi juga untuk mengembangkan masa depan mereka.

Thank you for your message. It has been sent.
There was an error trying to send your message. Please try again later.