JMS Sports Hall

Sekolah Tatap Muka di Jakarta Beserta Persiapannya 

Kegiatan pembelajaran di sekolah tatap muka Jakarta selama masa pandemi dibuka kembali pada tahun ajaran baru. Kegiatan tatap muka kembali ini tentu harus melalui persiapan yang matang dari berbagai pihak terkait. Pemerintah telah mengerahkan berbagai upaya agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung kembali dan tetap aman dari bahaya virus .

Oleh karenanya pemerintah telah mengeluarkan setidaknya 10 panduan untuk sekolah tatap muka Jakarta. Ke-10 langkah tersebut diharapkan menjadi alat untuk membantu memberikan kemudahan persiapan sekolah tatap muka bagi para tenaga pendidik dan kependidikan sekolah. 

Persiapan Memulai Sekolah Tatap Muka di Jakarta

Lebih lengkapnya di bawah ini 10 langkah persiapan sekolah tatap muka yang harus segera dilakukan:

1. Membentuk Satgas Penanggulangan Pandemi di Sekolah

Langkah pertama untuk persiapan sekolah tatap muka Jakarta di masa pandemi adalah pembentukan Satgas pandemi Bagi Sekolah yang akan memulai pembelajaran dengan tatap muka harus melalui kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah (Pemda), orang tua murid, murid, dan penyelenggara kegiatan pembelajaran. Usai mendapatkan izin pelaksanaan, hal pertama yang harus dilakukan adalah membentuk Satgas Pandemi di Sekolah.
Pembentukan Satgas pandemi memiliki banyak fungsi diantaranya melakukan perencanaan sekaligus pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) di Sekolah. Kemudian melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Terdapat beberapa ruang lingkup dari pembentukan Satgas pandemi antara lain:

a. Membuat Daftar Kondisi Kesehatan Warga Sekolah

Satgas pandemi membuat daftar kondisi kesehatan seluruh warga sekolah yang mencakup, guru dan staf, serta peserta didik. Tujuannya adalah agar Satgas pandemi mudah untuk mengidentifikasi vaksinasi atau kondisi kesehatan khusus sehingga lebih cepat tanggap apabila ada yang positif pandemi.

b. Menyusun Tim Komunikasi

Satgas pandemi perlu membentuk tim komunikasi untuk kondisi-kondisi darurat. Perlu ada penanggung jawab yang bertugas menyebarkan informasi di kala darurat melalui telepon atau WhatsApp kepada seluruh warga sekolah termasuk orang tua murid.

c. Monitoring Pelaksanaan Prokes di Sekolah

Satgas pandemi bertugas mengawasi pelaksanaan prokes. Setelah sekolah menyediakan berbagai infrastruktur kesehatan, Satgas harus melakukan pembagian tugas dalam menjaga titik seperti koridor atau gerbang sekolah.

d. Revisi Protokol

Apabila protokol kesehatan yang diterapkan tidak berjalan dengan efektif, maka Satgas pandemi harus melakukan evaluasi. Usai menemukan permasalah yang dirasa harus diperbaiki, maka dilakukan revisi untuk menyempurnakannya.

e. Koordinasi bersama Petugas Kesehatan

Satgas pandemi di Sekolah harus melakukan koordinasi dengan Puskesmas atau Satgas Covid wilayah agar kebijakan yang diambil sekolah selaras dengan kebijakan pemerintah daerah. 

2. Menyiapkan SOP Prokes pandemi di Sekolah

Pemerintah menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) di sekolah tatap muka Jakarta berdasarkan pada tindakan siswa guru semasa kegiatan belajar mengajar. Dari pengamatan tersebut akan menjadi pertimbangan. Sementara itu Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga akan melakukan penilaian di sekolah mana saja yang telah mengikuti uji coba sekolah tatap muka Jakarta.
Bagi sekolah, dapat menyiapkan SOP Prokes pandemi dalam persiapan tatap muka dengan menyiapkan themo gun sebagai alat pengukur suhu tubuh, mengatur tempat duduk dalam kelas dengan jarak 1,5 hingga 2 meter. Selain itu penyemprotan desinfektan secara rutin, tidak membuka kantin, menutup fasilitas bermain, memaksimalkan kinerja Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Kemudian kegiatan berkumpul seperti olahraga, ekstrakurikuler, dan upacara bendera ditiadakan sementara.

3. Vaksinasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Sekolah

Prioritas utama bagi sekolah tatap muka Jakarta adalah melakukan vaksinasi dalam lingkungan sekolah, termasuk tenaga pendidik dan hal yang berkaitan dengan kependidikan. Sebab guru merupakan orang terdepan dalam proses pembelajaran. Sebelum melaksanakan tatap muka, sekolah harus memastikan bahwa semua tenaga pendidik dan kependidikan sudah melakukan vaksinasi.
Hingga bulan Juni 2021, DKI Jakarta merupakan termasuk dalam pemberian vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan kependidikan tertinggi dibanding provinsi lain. Berdasarkan pada data Kementrian Kesehatan, setidaknya 130.384 guru telah divaksin dosis pertama. Kemudian untuk vaksinasi dosis kedua kurang lebih sebanyak 106.000 orang.

4. Menyiapkan Infrastruktur dan Seluruh Warga Sekolah dalam Pemenuhan Prokes

Langkah selanjutnya bagi sekolah tatap muka Jakarta adalah menyiapkan infrastruktur dan pemenuhan protokol kesehatan untuk seluruh warga sekolah. Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan toilet yang sehat dan bersih. Selain itu adalah alat cek suhu tubuh dan tempat cuci tangan sesuai profesi di berbagai titik yang mudah dijangkau, serta hand sanitizer.

5. Melakukan Simulasi Kesiapan Tatap Muka dengan Prokes pandemi

Seluruh sekolah yang akan melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka harus melakukan simulasi kesiapan dengan protokol kesehatan pandemi. Untuk menentukan tingkat keamanan dan kenyamanan pembelajaran.
Pembelajaran akan diadakan jeda selama satu hari pada jenjang sekolah dasar hingga menengah atas. Sementara itu sistem pembelajaran menggunakan blended learning atau sistem campuran. Jeda satu hari tersebut digunakan untuk pemberian desinfektan di seluruh area sekolah. Sehingga pada saat itu, seluruh siswa melakukan pembelajaran secara daring.
Kemudian tidak semua jenjang kelas masuk di hari yang sama, sehingga satu hari hanya digunakan oleh satu jenjang kelas saja. Jumlah peserta didik dalam satu kelas dibatasi maksimal hanya 50% dengan pengaturan jarak tempat duduk 1,5 – 2 meter. Alokasi pembelajaran hanya berdurasi 3 sampai 4 jam dalam sehari.

Baca Juga  Excursion Pelajar Kelas Menengah ke Vietnam

6. Vaksinasi Murid Usia 12-17 Tahun

Setelah guru melakukan vaksinasi, peserta didik pun juga harus melakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan terhadap penularan pandemi. Peserta didik dengan rentang usia 12 – 17 tahun wajib melakukan vaksin agar memiliki kekebalan tubuh sebagai langkah pencegahan.
Berdasarkan data bulan Juli, setidaknya 718.000 anak sudah mendapatkan dosis pertama vaksin. Sehingga sebelum melakukan tatap muka, seluruh peserta didik dengan rentang usia tersebut harus sudah di vaksin demi keamanan dalam pembelajaran.

Baca Juga  Kami Telah Divaksin!

7. Memenuhi Standar Kesiapan Pembelajaran yang telah disesuaikan dengan daftar periksa seperti yang telah tercantum pada laman Dapodik


Terdapat beberapa standar yang merupakan kebijakan dari Kemendikbud dalam menilai tingkat kesiapan pembelajaran bagi sekolah tatap muka Jakarta, di antaranya sebagai berikut:

a. Melakukan identifikasi terhadap tersedianya sarana sanitasi serta kebersihan. Sarana tersebut antara lain toilet yang layak dan bersih, tempat mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, hand sanitizer, terakhir disinfektan.

b. Melakukan identifikasi terhadap tersedianya fasilitas kesehatan sekolah dan sekitarnya seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau Puskesmas  terdekat.

c. Melakukan identifikasi terhadap kesiapan tenaga pendidik dan kependidikan untuk menggunakan masker.

d. Sekolah melakukan identifikasi terhadap kepemilikan serta penggunaan thermo gun atau alat pengukur suhu tubuh.

e. Melakukan pemetaan terhadap seluruh warga sekolah yang tidak mendapatkan izin untuk melakukan kegiatan di sekolah.

f. Sekolah melakukan identifikasi terhadap seluruh warga sekolah yang belum memiliki akses transportasi yang tidak memungkin untuk menerapkan prokes yakni jaga jarak.Sekolah hanya bisa melakukan pembelajaran tatap muka ketika sudah memenuhi enam standar kesiapan tersebut demi keamanan dalam belajar selama pandemi pandemi.

8. Menyebarkan Kuesioner dan Mengumpulkan Surat Kesiapan Orang Tua Murid Mengirimkan anaknya untuk Tatap Muka di Sekolah atau Online dari Rumah


Langkah selanjutnya adalah dengan membagikan kuesioner kepada orang tua murid terkait perizinan anaknya mengikuti sekolah tatap muka di sekolah atau secara online dari rumah.  Untuk melaksanakan pembelajaran dengan tatap muka kembali harus ada kesepakatan bersama antara pihak sekolah dengan orang tua murid. Orang tua murid memegang hak penuh terhadap anak-anaknya.
Sekolah dapat menyebarkan kuesioner yang telah dibuat oleh Kemdikbud terkait kesiapan pembelajaran selama masa pandemi pandemi ini kepada orang tua murid. Setidaknya terdapat 9 pertanyaan seputar identitas orang tua murid, kemudian 10 pertanyaan lainnya berkaitan dengan proses pembelajaran yang tengah berlangsung dan mendatang.

9. Menyiapkan Kombinasi atau Kolaborasi dari Metode Pembelajaran Tatap Muka Terbatas serta Pembelajaran Jarak Jauh

Oleh karena keputusan pembelajaran dengan tatap muka diserahkan kepada orang tua maka sudah pasti ada beberapa diantaranya yang tidak mengizinkan anaknya untuk ikut serta.
Bagi orang tua murid yang tidak setuju anaknya melakukan tatap muka di sekolah, tentu akan mengikuti pembelajaran secara online di rumah.
Sekolah tatap muka Jakarta perlu menyediakan metode pembelajaran dengan lebih inovatif serta kreatif sehingga proses pembelajaran tetap berkualitas. Metode pembelajaran baik secara daring maupun luring harus bisa membuat peserta didik bersemangat untuk belajar di tengah pandemi yang membatasi ruang gerak anak.
Pemerintah menyarankan sistem pembelajaran blended learning selama masa pandemi pandemi. Yang mana dalam metode pembelajarannya peserta didik akan belajar secara online dan tatap muka. Sementara untuk sekolah daring, berbagai multimedia dapat digunakan sebagai media pembelajaran.
Dalam proses pembelajaran daring, sistem blended learning membagi dua jenis pembelajaran yakni sinkron dan asinkron. Pembelajaran sinkron yakni proses belajar mengajar dilakukan dengan konferensi video atau obrolan online seperti grup pembelajaran. Sehingga selama proses tersebut peserta didik masih bisa melakukan interaksi bersama guru dan juga temannya yang lain. Dampak positifnya adalah peserta didik tidak merasa terisolasi selama belajar dari rumah.
Kemudian pembelajaran asinkron dimana peserta didik menerima materi pelajaran dan mengerjakan tugas hanya berdasar pada alat pendukung internet. Komunikasi pembelajaran asinkron hanya dilakukan melalui pesan melalui web atau email seperti halnya e-learning. Dampak negatifnya adalah peserta didik tidak dapat berinteraksi dengan siapapun sehingga kemungkinan mendorong rasa terisolasi saat belajar.

10. Melakukan Sosialisasi Prokes kepada Orang Tua Murid

Sekolah tatap muka Jakarta Harus melakukan program sosialisasi protokol kesehatan terhadap orang tua murid. Sehingga orang tua paham dan nyaman ketika mengizinkan anak-anaknya kembali melakukan pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Kegiatan pembelajaran selama pandemi tentunya sangat berbeda dengan sebelum ada pandemi. Maka dari itu, di samping membagikan kuesioner kesiapan belajar, sekolah juga harus melakukan sosialisasi mengenai protokol kesehatan di sekolah selama pembelajaran tatap muka kembali.
Di masa pandemi dukungan orang tua murid sangat penting peranannya dalam kegiatan pembelajaran. Maka dari itu sekolah harus mampu menjelaskan apa saja sarana dan prasarana yang disediakan untuk mencegah penularan pandemi. Sehingga antara sekolah, orang tua, dan peserta didik saling bersinergi dalam mensukseskan pembelajaran di era pandemi pandemi dengan aman.

Pada intinya, sekolah tatap muka Jakarta dapat berjalan dengan catatan segala protokol kesehatan serta SOP yang dibuat oleh sekolah dijalankan dengan sebaik mungkin. Penularan dari bahaya pandemi dapat diminimalisir asalkan seluruh warga sekolah dan orang tua murid turut bersinergi terhadap protokol kesehatan yang ada.

Share This Post!

Bergabunglah dengan Pengalaman Kami!

Menjadi bagian dari JMS bukan hanya untuk program belajar yang menyenangkan,
tetapi juga untuk mengembangkan masa depan mereka.

Thank you for your message. It has been sent.
There was an error trying to send your message. Please try again later.